Balap Liar

1600 Words
Hobi tetaplah sesuatu yang tidak akan membuat seseorang akan bosan. Seperti malam ini, meski berada di belahan bumi lain. Nancy tetap akan mencari lintasan dan lawan untuk mengasah kemampuan. Deruman suara mesin saling bersahutan semua telah bersiap untuk menginjak pedal gas dalam. Nancy melirik samping kanan dan kiri, hanya ada 4 mobil saja malam ini. Tanpa jebakan yang mematikan, hanya balapan biasa. Anggap saja untuk bermain-main saja,lagi pula ada satu juta dollar untuk si pemenang. Setidaknya ada uang jajan selain dari sang kakak. Sebenarnya uang itu tidak artinya di keluarga Nancy, tapi medapatkan dengan hasil usaha sendiri rasa yang luar biasa indah. Inilah yang dinamakan menyelam sambil minum air. Tinggal menginjak gas dalam dan membelokkan mobil, lalu sampai lebih dulu. Mudah kan. Cara cepat mendapatkan uang jajan versi Nancy ya seperti itu. Nancy mengalihkan pemikiran dan hayalan tentang satu juta dollar untuk sementara. Hal terpenting saat ini ialah bagaimana ia harus sampai di garis akhir dahulu. Saat ia mulai fokus ke depan, seorang wanita sexy melintas jalan sambil membawa bendera. Nancy memperhatikan bendera yang sedang di bawa. Tepat bendera mulai jatuh dan belum sampai menyentuh tanah, Nancy segera menginjak pedal gas dalam. Mobil yang ia kemudikan melesat jauh, nyaris seperti tak terkendali. Satu tikungan lagi selesai, ia tetap mempertahankan kecepatan dan mobilnya sampai garis finish lebih dulu. Para penggemar balap liar yang berada tak jauh dari garis finish bersorak meriah, ada juga yang bersiul. Rasa puas dan bahagia dalam hati Nancy ialah saat memenangkan balap liar. Meski uang jajan selalu mengalir dalam rekeningnya, ia tetap saja akan mengikuti balap liar dengan hadiah uang. Semakin ia rutin melakukan balapan, akan semakin terlatih juga kemampuan mengemudi. Satu lagi yang lebih penting, ia bisa mendapatkan uang dan menyimpan di rekening lain yang tidak akan diketahui keluarganya. Koleksi mobil sport bermodifikasi satu persatu mulai masuk ke parkiran pribadi miliknya. Gila. Tentu saja. Meski ia seorang wanita, bukan berarti semua hal yang para pria bisa lakukakan tidak bisa ia coba. Jika saat ini ia tidak membutuhkan, mungkin suatu saat nanti. Nancy membuka sabuk pengaman, lalu menenggerkan kaca mata hitam,bai ia keluar dari mobil. Angin malam yang lewat berhembus menerpa wajah cantiknya. Rambut coklat yang terurai melambai tak beraturan. Ia melangkah pasti dengan dagu diangkat menuju panggung kecil yang berukuran 4x4 untuk mengambil hadiah. Tanpa mau mengeluarkan sepatah kata, Nancy mengulurkan telapak tangan yang berarti meminta hak. “Kau wanita?” tanya ketua penyelenggara. Nancy hanya bisa mengangguk. Dari balik kaca mata hitam yang menutupi mata Hazel-nya, ia tahu jika si ketua mengejek. Ia tidak boleh bertindak konyol yang mengakibatkan keributan masal. Penampilannya yang super apa adanya, tanpa ada satu barang bermerek yang menempel pada tubuhnya seperti biasa, tentu akan membuat orang lain tidak tahu siapa dirinya. Sekolah milik keluarganya adalah sekolah yang tidak bisa terdeteksi oleh dunia, kecuali melalui kode tertentu yang terpasang di salah satu kartu bank. “Kau dianggap gugur. Wanita tidak diperbolehkan ikut balapan,” ucap si panitia mantap. Kalimat si penyelenggara tentu membuat kedua mata Nancy membulat sempurna. Sejak awal tidak ada larangan, dan ini balapan bebas. Tapi mengapa jika dirinya wanita dan mampu menang, tiba-tiba di diskualifikasi karena ternyata yang menang hanya seorang wanita. Nancy menghirup udara dalam-dalam lalu dihembuskan perlahan. “Sejak awal tidak dikatakan ada larangan wanita ikut balapan,” ucap Nancy mengklarifikasi aturan yang dijelaskan sebelum mulai balapan. “Itu karena... aku tidak tahu ada wanita yang ikut serta,” jawab panitia santai. “Jadi, aku tidak mendapat hadiahku. Begitu?” Nancy bertanya. Pura-pura memastikan. “Tentu saja tidak.” Jawab si penyelenggara tegas. Darah Nancy seakan naik sampai ubun-ubun. Ia susah payah meluangkan waktu tapi setelah sampai disini dan menang, malah orang lain mencoba membodohi. Kesabarannya tidak bisa lagi ditahan. Bayangan satu juta dollar yerus berputar dalam otak Nancy. Ia tidak mau kehilangan uang itu dan pulang dengan zonk, itu bukan Nancy Agatha. Ia sudah meminta dengan baik-baik, jadi jangan salahkan jika dirinya jika satu timah panas ia tarik malam ini. “Apa anda tidak kasihan dengan gadis belia ini?” ucap Nancy mencoba berbasa-basi. “Lebih baik kau pulang belajar! Atau... menemaniku, bagaimana?” ucap si penyelenggara sambil berputar mengelilingi Nancy yang hanya berdiri di tempat. Mata jahilnya menyensor tubuh Nancy dari atas sampai bawah. Sreett Tepat si penyelenggara hidung belang itu sampai di depan Nancy, Nancy menarik senjata dan menempelkan benda itu di perut. Bagian yang menembus ginjal itu, siap Nancy ledakkan. Jangan tanya, senjata apa yang dibawa Nancy saat ini. “Anda tahu, jenis Colt dan jenis p226? Dua jenis sistem itu jika digabungkan dan dirakit menjadi satu, sudah pasti akan dasyat bukan? Lalu, benda itu sudah berada di titik yang sekarang anda rasakan,” bisik Nancy sambil menekan benda itu lebih kuat. Si penyelenggara yang diketahui seorang pria dewasa itu mengangguk cepat. Keringat dingin mulai keluar dari dahi, tubuhnya juga ikut bergetar kecil tapi berusaha tetap tenang sambil menahan nafas. “A-apa maumu?” tanya si pria itu gugup. “Berikan hadiahku 2x lipat,” jawab Nancy datar dan dingin. “Kau gila! Hadiahnya hanya satu juta dollar saja!” bentak si pria tidak terima. “Bukankah tadi aku sudah meminta dengan cara yang baik, tapi kau malah bersikap merendahkanku!” ucap Nancy dengan suara naik satu oktaf. Semua yang ada di tempat hanya bisa diam, tanpa mau menolong pria yang di todong seorang gadis belia. Mereka tidak ingin ikut campur atau nyawa mereka akan menjadi sasaran. Gadis belia tentu akan sering lepas kontrol, itu menurut pemikiran para penonton. “Berikan saja! Kita tidak mau terseret ke kantor polisi!” teriak salah satu penonton yang menyuruh si pria itu memberikan hadiah yang dijanjikan. “Ya. Berikan saja! Kekasihku sedang mengandung. Aku tidak mau berurusan dengan polisi!” timpal yang lainnya. “Cepat berikan! Atau kau. Memilih terbang ke surga sekarang?” bentak Nancy. Malam semakin larut, ia harus segera pulang sebelum sang kakak lebih dulu pulang. Ia tahu jika sebuah pesta pasti akan selesai jam 12 tengah malam, tapi disini ada dirinya. Ia sangat hafal jika sang kakak akan pulang lebih awal, dengan alasan sang adik menyuruhnya pulang. Padahal yang sebenarnya, ia tidak pernah sekalipun menyuruh atau mengusik pesta bersama para sahabatnya itu. “Siapa kau. Berani membentakku!” bentak si pria dengan lantang. Ia mencoba untuk menakuti gadis belia ini, tapi hasilnya sia-sia saja. Ia tidak yakin juga jika gadis ini bisa menggunakan senjata. Siapa tahu juga hanya senjata kosong tanpa peluru. Dor dor dor Nancy terpaksa menembak bebas lalu menempelkan kembali pada perut si pria. Si pria terlihat sangat pucat saat kedua matanya melihat sendiri. Nancy tersenyum tipis. Mungkin dipikiran si pria, ini hanya senjata kosong. Memang sangat mustahil, gadis seusianya sudah memegang senjata. “Anda mau mencoba,hm? Cepat berikan! Aku tidak suka menunggu lebih lama lagi!” bentak Nancy pada pria itu. “Celgio! Cepat berikan yang dia minta!” perintah si pria itu pada sang asisten. Sang asisten langsung membawa koper berisi uang 2 juta dollar di hadapan Nancy. “Buka!” perintah Nancy. “Hey! Kau! Ya, kau yang bersama gadis buncit. Kesini! Hitung uang itu!” imbuh Nancy, ia menyuruh salah satu penonton dan diangguki cepat. Si penonton itu bergerak dan menghitung dengan teliti. Ia juga memastikan jika uang itu semua asli. Sedangkan Nancy masih setia menekan senjata pada si pria. “Nona, semua asli dan genap 2 juta dollar” seru pria yang ditunjuk Nancy untuk menghitung uang dalam koper. “Ambil 500 ribu dollar untukmu! Dan ambil 500 dollar untuk semua penonton. Sisanya, berikan koper itu padaku!” perintah Nancy dan diangguki si pria. Si pria itu mengambil dengan gugup, ia juga menghitung dengan benar agar tidak terlebih. Ia memberikan 500ribu dollar pada kekasihnya terlebih dahulu untuk di pegang, lalu 500 ribu lagi ia berikan pada penonton dengan cepat. Nancy masih menunggu pembagian itu selesai. Ia tidak mau setelah pergi si p****************g merampas lagi. Setelah pria tadi mengangguk tanda selesai, Nancy menjauhkan diri dari si pria. Sebelum berbalik, ia melepas satu timah panas ke kaki pria hingga si pria mengerang tertahan sambil memaki Nancy dan menyumpah serapah, Dor “Itu untuk mulut kurang ajarmu tadi,” ucap Nancy sebelum benar-benar pergi. Ia berbalik dan melangkah cepat ke mobil. Ia melempar terlebih dahulu koper berisi uang ke dalam mobil, setelahnya ia masuk dan meninggalkan tempat itu. “Gadis sialan!” umpat si pria penyelenggara balap liar. Saat Nancy mulai meninggalkan tempat itu, para penonton juga berhambur menuju kendaraan masing-masing. Mereka sadar jika uang yang mereka pegang bisa saja diambil kembali. Semua melesatkan kendaraan dengan kecepatan penuh. Nancy yang kini mulai memasuki area perkotaan, menghembuskan nafas lega. Ia memutar lagu kesukaannya dengan suara kuat. Lagu yang selalu ia putar setelah kemenangan diraih. Nancy berhenti mendadak saat kedua mata melihat Kedai makan yang masih buka, ia membelokkan kendaraannya untuk menepi. Malas untuk turun, ia pun melajukan mobil pelan menuju samping. Jendela samping memang di peruntukkan pembeli yang malas untuk keluar mobil dengan catatan membayar lebih. “Mau pesan apa?” tanya seorang pegawai yang siaga di pintu samping. “Berikan aku tiga Burger daging, hilangkan acar dan letak lebih keju” jawab Nancy. “Minumnya apa?” tanya si pelayan. “Berikan aku Mc. Flurry” jawab Nancy. Sambil menunggu pesanan ia mengirimkan pesan pada Migael untuk menahan sang kakak pulang terlebih dahulu. Tak lama ia mendapat balasan dari Migael, tidak ada huruf. Hanya stiker ‘ok’. Nancy tersenyum bahagia. Satu lagi malam yang menghasilkan, itulah yang ada di dalam otaknya. Pesanan ia pun telah siap, ia membayar dua kali lipat dari harga yang ditetapkan. Selanjutnya ia pulang ke mansion dan beristirahat. Ia juga harus menjaga kesehatan karena tinggal beberapa hari lagi akan ada prom.
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD