#19: PEMBICARAAN DUA PRIA

614 Words

Kafka melihat jam di dinding. Kurang lima belas menit menuju jam tengah malam. Orang yang ditunggunya belum juga pulang. Sebenarnya mata Kafka sudah berat, tapi ditahannya. Ada yang harus ia selesaikan malam ini. Demi Azel, juga ketenangan batinnya sendiri. TV menyala tanpa suara. Kafka sama sekali tidak berniat untuk menonton. TV itu hanya salah satu caranya untuk terjaga. Sementara itu, di dapur masih terdengar suara-suara. Bi Surti sepertinya masih membersihkan dapur. Mungkin juga menyiapkan bahan-bahan yang akan dimasak untuk sarapan pagi besok. Jam berdentang dua belas kali dengan suara nyaring, pertanda pergantian hari. Kafka menguap entah untuk keberapa kalinya. Apa dia selalu pulang selarut ini, tanya Kafka dalam hati. Saat Kafka sudah menyerah karena matanya benar-benar sudah b

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD