"Mulai sekarang kita harus lebih hati-hati," kata Abytra pada Maura. Saat itu mereka sedang sarapan di dapur mini rumah Maura. Maura meletakkan sendoknya, dan menoleh kepada Abytra. "Hati-hati terhadap siapa? Apa ada Thomas mulai mencurigaimu?" Abytra menggeleng lemah. "Lalu siapa?" kejar Maura. Kini ia mendorong piring yang menyisakan pancake di atasnya. Selera makan Maura sudah lenyap. "Apa seseorang di perusahaan Thomas?" Sekali lagi Abytra menggeleng. Kini sikunya bertumpu di atas meja dan pria itu bertopang dagu. "Ini tidak ada sangkut pautnya dengan perusahaan. Tapi, tetap saja, kalau kita gegabah, rencana kita bisa hancur berantakan." Maura mengerang pelan. Sebal karena ucapan Abytra berbelit, membuat kepalanya jadi pusing. "Oke, siapa orangnya?" tanya Maura gemas. "Kafka. An

