(Bukan) Istri Pilihan - Cemburu Author's POV Fauzi memperhatikan Bu Mega yang disambut ramah oleh ketua yayasan dan diajak masuk ke dalam sebuah ruangan. Wanita itu tidak menoleh ke arahnya sama sekali. Apa tidak tahu siapa dirinya? Tidak mungkin kalau tidak tahu. Dalam sikap tenangnya tadi, Bu Mega memandangnya cukup lama. Kemudian Fauzi menemui seorang laki-laki yang tengah menunggunya di sebuah ruangan yang tersekat kaca. Mereka membahas pekerjaan. Namun pikiran Fauzi tidak setenang biasanya. Kebetulan berada di tempat yang sama, apa perlu ia menemui Bu Mega? Bukankah ini sebuah kesempatan. Belum tentu ia dipertemukan lagi. Andai sengaja mendatanginya, bisa jadi tak ada kesempatan lagi. Wanita itu pasti sangat sibuk dan tidak lama ia pun harus pindah. "Mas Fauzi, tampak gelis

