"Halo, Pa." Akhirnya kujawab telepon dari papa daripada mereka nanti kebingungan dan khawatir. "Kamu di mana, Sa? Rame banget." "Aku lagi belanja, Pa. Maaf, nggak ngasih tahu papa tadi." "Belanja di mana?" "Di TPS." "Kenapa kamu nggak bilang ke papa atau ke ibu kalau mau ke luar?" "Aku suntuk di rumah. Makanya aku ingin keluar sebentar. Tapi papa jangan khawatir, aku ketemu Ruli ini." "Syukurlah kalau ada teman. Kehamilanmu sudah besar dan kamu harus hati-hati." "Iya. Sebentar lagi aku pulang." "Biar papa jemput." "Nggak usah, Pa. Aku naik taksi saja." "Ya sudah, hati-hati." "Ya, Pa." Ponsel kukembalikan ke dalam tas. "Dengan kehamilan sebesar ini. Kamu tinggal sendirian?" tanya Ruli. "Ada ART yang menemaniku. Tapi hari ini dia izin pulang karena ada kerabatnya yang hajatan

