Pulanglah, Sayang 1

1001 Words

(Bukan) Istri Pilihan - Pulanglah, Sayang. Author's POV "Mas, pergi saja nggak apa-apa. Aku bisa pulang sendiri," kata Anastasya. Tidak sabar ingin segera sampai di rumah dan rebahan, tubuhnya terasa pegal-pegal setelah jalan seharian dalam kondisi hamil besar. Yoshi mengabaikan panggilan ponselnya kemudian meraih paper bag di lantai dengan tangan kiri, sedangkan tangan kanan meraih lengan istrinya. "Mari mas antar." Anastasya bergeming dan berusaha melepaskan cekalan tangannya. Namun jemari itu cukup kuat mencengkeram. Padahal rumah Anastasya berada di lantai tujuh dan tidak ingin suamiya tahu di mana dia tinggal selama ini. Ponsel terus berdering dan Yoshi mengabaikan. Padahal nama baiknya sedang dipertaruhkan sekarang, kalau sampai dia terlambat datang ke sidang. "Mas nggak bol

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD