Brian menerima ada yang berbeda hari ini, ada perasaan yang mendapatkan hangat yang relung dadanya saat melihat tawa bahagia soya yang seharian ini bermain bersama nya. Tawa yang membuat senyum brian mengembang, seakan gadis itu tidak punya beban, tapi brian yakin, soya punya segudang masalah yang di sembunyikannya di balik senyum cantiknya itu.
Sekarang soya tersandar di bahu nana, lalu yang sibuk mengambil foto dua gadis itu, lalu duduk di sebelah nana.
Brian hanya diam sambil minum, sesekali menikmati pemandangan di soya yang sekarang terkulai lemas.
Langit yang mulai petang membuat mereka memutuskan untuk makan di mal, sementara menemani soya yang ingin membeli sepatu.
"aduh capek" soyaaduan. "brian kamu peka dong"
Brian menoleh ke arah soya.
"gendong kek, pijatin bahu aku kek, beliin minum lagi kek" soya mengerucutkan bibirnya.
Brian mendengus lalu bangun dari duduk nya.
"brian mau kemana?" soya menegakkankan, melihat brian yang terus melangkah berhasil merengut.
"enggak lo kejar lagi, pergi tuh" nana berkata.
"mau ngejar sih, tapi gue masih capek" soya merengut. "vano tolong kejar brian dong"
"lah kok aa vano yang ganteng ini sih ?, Biarin aja lah kedelai. Kalian masih punya aa vano" vano menjawab.
"alay" nana mencibir.
"Aduh soya enggak mau rebutan gebetan sama nana. Vano sama nana aja, soya udah mentok di brian" jawab soya.
"manis banget mulut lo kedelai, berasa pengen gue parut" nana menatap tajam.
"jangan kedelai, nana serem" vano menyahut "suka main tangan"
"ih vano sok gengsi gitu, tadi seharian tangan kamu gandengan terus loh, ketawa-ketawa kayak orang pacaran" jawab soya.
"iya, kadang tangan gue juga di pukul. Pedas kecil-kecil juga tau" jawab
Plak.
Nana memukul lengan vano.
"tuh kan buktinya" vano mengusap lengannya "sakit na. Beneran"
"udah ah, gue bete sama kalian. Yang mau modus kan gue, kenapa kalian jadi dekat" soya menghentakkan kaki nya. "brian nya pergi lagi"
Soya menundukkan giliran, merengut kesal karna di dibuka brian.
"kedelai, pangeran lo tuh" nana menyenggol pelan kedelai.
Soya mendongakkan sambil melihat sambil berjalan sambil membawa teh thai .
"nih minum!" brian memberikan minuman itu pada soya.
Soya jadi terharu, lalu diterima dengan senang.
"kirain kamu marah" soya berkata lalu meneguk minumannya. "soya kan khawatir"
Brian tidak menjawab, dia berjongkok membelakangi kedelai.
"buruan naik!" brian berkata.
Vano dan nana saling bertukar pandang, kaget dengan sikap brian yang diam tapi menuruti kemauan kedelai.
Soya bahkan melongo tidak percaya.
"soya cuma bercanda kok brian" soya berkata.
"buruan !, gue nawarin cuma sekali" brian menjawab.
Soya tahan senyumnya lalu ditutup naik ke belakang brian.
"awas kalau minuman lo sampai tumpah di baju gue" brian mengizinkan lalu menggendong kedelai.
"Kalau kotor nanti aku cuciin, atau sekalian aja aku beliin yang baru, selusin kalau perlu"
"songong banget lo" brian berdecih "baju gue harganya lima juta selembar"
"waduh mahal banget, kalau selusin enggak sanggup soya. Jual ginjal dulu deh" soya jawab asal
"gesrek"
Soya hanya terkikik geli mendengar umpatan brian.
••
Anda bisa melihat brian yang duduk di sebelahnya, sedangkan nana dan soya sedang melihat-lihat sepatu.
Brian meliriknya sekilas.
"lo gendong cewek, wow" kata vano.
"enggak usah bacot" brian menjawab.
"sejak kapan lo perduli sama cewek, bro" vano terkekah.
Brian ingin menjawab, tetapi melihat soya dan nana yang datang membawa empat pasang sepatu memenuhi niatnya.
"ini model baru, cobain van!" nana berkata sambil memberikan sepatu putih pada vano.
Soya sudah mencoba sepatu nya berwarna hitam, lalu memberikan satu pasang lagi pada brian.
"cobain dong biar couple gitu" soya berkata.
"enggak" brian menjawab.
"yah enggak asik banget sih, syukur sayang" soya berkata lalu mengalihkan pandangannya pada nana dan vano.
"bagus kan" soya menunjukkan kaki nya.
"keren soy. Gue juga mau ah" nana bangun dari duduk nya.
"Na, ini gue udah pakai sepatu nya juga" vano berkata.
"keren van, gue cuma nyuruh cobain, kalau lo mau beli aja sendiri" nana menjawab.
"njay" vano berdecak kesal. "Na"
"apa lagi van?" nana berkacak pinggang
"lo cocok pakai yang mirip sama gue, kalau mirip sama soya, entar sepatu kalian ketuker lagi" vano menjawab.
"oh iya ya" nana kembali duduk.
"iya na, gue kan niat nya couple sama baby brian, bukan lo" soya menambahkan.
"jadi lo mau beli yang mana?" brian bertanya.
"yang ini, kata nana keren" soya menjawab.
"buruan, gue lapar" brian berkata lalu menuju ke kasir.
"bentar baby" soya memasang sepatu nya lagi, lalu memanggil pegawai toko itu.
"mas, yang ini tadi satu" soya berkata.
Pegawai toko itu menagngguk dan membawa sepatu soya.
"buru-buru banget" nana berkata lalu memanggil satu pegawai lagi untuk membungkus sepatu yang di coba nya tadi.
"nanti deh gue temenin shopping" vano menyahut, lalu menyuruh pegawai tadi juga membungkus sepatu nya.
"lo juga beli sepatu nya?" nana bertanya.
"iya, pas di kaki gue" jawab Vano. "gue juga lapar, yuk bayar terus makan"
Soya masih menekuk sambil mengeluarkan dompetnya.
"muka lo biasa aja dong!" brian berkata.
"mbak tolong samain sama sepatu dia, ukuran 41" brian berkata.
Soya tersenyum lebar.
"gitu dong, pasangan biar" kata soya.
"siapa bilang, beli karna emang bagus" brian mengelak. Lalu mengeluarkan kartu kreditnya.
"gue yang membayar" brian berkata.
Soya mengerjapkan kacamata, memandang tidak percaya brian membayar belanjaannya.
"terimakasih" pegawai kasir itu tersenyum lalu mengembalikan kartu kredit brian dan juga menyerahkan belanjaannya dan kedelai.
"kamu tuh penuh kejutan deh" soya tersenyum lebar. "sepatunya mahal loh, kamu enggak bakalan di marahin kan"
"kedelai"
"iya brian"
"diam!"
Soya tersenyum dan mengangguk.
•••
Kedelai menoleh ke arah brian dan tersenyum lebar.
Brian menoleh sebentar, sebelum menghela nafasnya perlahan.
"Turun!" brian berkata sesampainya ia mengantarkan kedelai.
"makasih ya" kata soya.
"buruan turun!" brian berkata dengan ketus.
"ih kamu tuh gemesin banget tau enggak"
"enggak"
Kedelai berdecak, lalu mengerucutkan bibirnya.
"enggak usah lebay. Cepat turun!" brian jadi kesal.
"besok antar jemput ya!" soya berkata dengan senyuman lebar nya.
"lo pikir gue supir lo"
"Yaudah deh, aku turun" soya turun dari mobil brian, tapi sebelum tutup pintu di tutup, soya tersenyum malu.
"Brian, aku menambahkan suka sama kamu" soya berkata "makasih ya buat hari ini, nanti tiba aku traktir nonton. Love you" soya menutup pintu mobil dan berlari masuk ke dalam rumah.
Brian terdiam, lalu terkekah. Tapi detik berikutnya brian berdecak kesal, sadar kalau dia terkekah karna kedelai.
"sial .." brian menjalankan mobilnya.
............................. TBC