Brian mendorong tubuh helena dengan kasar, ia sadar kalau ciumannya dengan helena salah. Dia tidak menginginkan teman masa kecilnya itu, yang dia ingin kan soya. Brian menyapu bibirnya kasar, menatap marah pada helena. "lo gila?" brian menatap marah "aku suka sama kamu, kamu juga suka kan sama aku" helena. "enggak, gue enggak suka sama lo" brian menjawab. "bohong, kamu balas ciuman aku" "iya, sebelum gue sadar. Gue sayang sama soya" brian menabrak bahu helena. "awas!, gue mau ketemu soya" Brian keluar ruangannya, dia benar-benar merasa terhormat pada soya. Gadis itu sudah berjuangan banyak untuk nya. "bos, tadi soya kesini" sekretaris brian berkata. Brian berdecak kesal, dia yakin kalau soya pasti melihat ciumannya dan pergi. Dengan langkah lebar, brian mendatangi aparteme

