Membuat Bayi

1194 Words

Dengan lembut, Bramasta menahan tangan Kirana yang sedang merogoh tas. "Nanti," bisiknya, suara rendah dan berisi. Dia mengambil alih, mengeluarkan kunci dan membuka pintu dengan gerakan lancar. Begitu pintu tertutup, dalam kesunyian ruang tamu yang hanya diterangi lampu sorot lembut, Bramasta memandu Kirana untuk membelakangi pintu. Tubuhnya menghadapkannya, kedua tangannya menempel di pintu, mengurung Kirana tanpa menyentuhnya. "Aku sudah menunggu ini dari tadi..." ujarnya, matanya menatap dalam, "...aku ga akan bisa menahannya sekarang." Tangannya perlahan naik, menyentuh ujung rambut Kirana. Jari-jarinya yang tegas tadi kini bergerak lembut, menyisir pelan helai demi helai rambutnya. Dia tidak langsung menciumnya. Bramasta justru menelusuri garis rahang Kirana dengan ujung jarinya,

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD