Kirana menatap lurus Bramasta menuntut kejujuran, walaupun tanpa menjawab Kirana sudah tahu jawabannya. “Maafkan aku, Kirana…aku gak mau membebanimu. Kamu ga usah pikirkan ini” jelas Bramasta. Ibu Kirana menarik nafas panjang. “Bramasta, kamu pikirkan baik-baik apa yang ibu katakan. Begitu juga kamu, Kirana…” ucap beliau meninggalkan mereka di ruang tamu. “Apa Pak Aldi memintamu untuk berpisah denganku?” tanya Kirana to the point. Bramasta menggeleng “tidak.” “Kenapa gak?” Kirana penasaran “Dengar Kirana, kamu gak usah pikirkan itu. Aku yang akan urus sendiri masalah ini. Selama aku menolak tak akan ada yang bisa memaksaku” “Kenapa harus kamu yang urus sendiri, jadi aku apa buatmu Pak Bram?” ungkap Kirana dengan nada yang dingin. “Tentu saja istri tersayangku…” jawab Bramasta dib

