PART 2

1069 Words
Alecas (Alexa bertubuh Lucas) LuXa (Lucas bertubuh Alexa) Alecas menangis terisak-isak di ujung sofa, dia tidak mengerti dengan apa yang telah terjadi. Bagaimana bisa tubuhnya bertukar dengan orang asing tanpa sebab. Bagai mimpi buruk yang panjang dan tidak bisa terbangun dengan mudah, Alecas berkali-kali mencubit pipinya dan meyakinkan jika itu memang mimpi. Namun ternyata itu bukan mimpi. "Kemarilah." LuXa berdecak pinggang dengan angkuh. "Berhenti menangis dengan wajahku!" Teriaknya menghardik. Alecas langsung terdiam dengan bibir mengerucut, dia menggeser dan mendekat dengan sisa-sisa sesenggukan dan rasa takutnya. "Kau punya ide agar tubuh kita kembali?" Tanya LuXa mulai merendahkan nada bicaranya. Alecas menggeleng. LuXa menggebrak meja dengan emosi, "Pergi mandi, aku tunggu sekarang!." "Enggak mau." "Dengarkan aku, hari ini aku akan ada pertemuan bisnis. Ikuti perintahku atau aku pergi keluar dengan tubuhmu yang telanjang!." Alecas tercengang, melihat sorot matanya sendiri berubah menjadi sosok yang jahat dan bossy. Dengan kesal dia pergi ke kamar mandi dengan sumpah serapah kecilnya. Alecas melepaskan pakaian yang menggantung di tubuhnya, nafasnya terasa sesak melihat tubuh telanjang pria yang di kendalikan jiwanya itu. Wajah tampan bak dewa dengan mata yang berkilauan menggambarkan ambisi dan kecerdasan, keindahan di wajahnya di sempurnakan dengan pahatan otot yang kokoh di tubuhnya, membentuk keindahan yang dapat membuat semua wanita memujanya. Alecas menggeleng dengan mata terpejam untuk menjernihkan pikiran kotornya, dia bergerak ke arah shower dan segera mandi dengan cepat. "Bisakah kau pesankan pakaian untuk aku juga?" Tanya Alecas setelah kembali dari kamar mandi. Di lihatnya  LuXa tengah duduk membaca dokumen-dokumen penting  yang akan di bahas dalam rapat. "Sebentar lagi datang." "Um.. siapa namamu?" Tanya Alecas canggung, kedua jarinya saling bertautan dan tertunduk malu. Setelah semua pertengkaran yang terjadi dan saling menuduh, mereka belum berkenalan sama sekali. LuXa menutup dokumennya dan menatap Alecas. "Lucas. Lucas William." Tatapannya berubah tajam, meragukan pertanyaan Alexa yang tidak mengenal dirinya. "Kau.. kau.." Alecas terbata-bata, wajah tampan itu berubah pucat pasi. Dia menunjuk dirinya sendiri dengan wajah terangkat penuh emosi "Kau si b******k arogan itu huh?." "Arogan katamu?." "Ya! Manusia Arogan yang di jodohkan denganku!. Sudah enam pertemuan kau tidak muncul, kau pikir aku tidak punya harga diri huh?. Siapa juga yang mau menikah denganmu, jangan percaya diri." LuXa membanting dokumennya ke meja, sorot matanya tidak kalah tajam mematikan, "Jaga bicaramu. Akan ku pastikan hidupmu tidak tenang bila kau bersikap kurang ajar padaku.” Seketika nyali Alexa menciut, dia tertunduk menautkan jari-jarinya dengan bibir mengerucut tidak suka. "Ikut aku!." Perintah LuXa seraya membuka pintu ruangan walk in closetnya. Lucas  memilihkan pakaian yang akan di kenakan tubuhnya dengan teliti, semuanya harus serba sempurna banginya. "Kau berpakaian dan aku pergi mandi." "Apa, mandi?. Tidak!." LuXa tertawa menggema, dia merasa ironis melihat wajah angkuh dan tatapan tajam mata miliknya kini menjadi melunak, gerakan tubuhnya sudah tidak dia kenal lagi. Ketukan pintu di luar memecahkan ketegangan di antara mereka, LuXa segera pergi dan membukakan pintu. "Pakaian yang Tuan Lucas pesan." Shwan menyerahkan beberapa paper bag, "Dimana Tuan Lucas?" Tanyanya dengan misterius dan hati-hati. Rencana untuk membunuh Alexa mungkin bisa dia lancarkan pagi itu dengan cepat. LuXa menyerigai jahat, mengambil paper bagnya. "Kenapa Shwan?, ingin membunuhku?." Shwan mundur selangkah, merasakan bulu kuduknya meremang. LuXa terkekeh geli, merasa senang melihat reaksi Shwan yang langsung waspada. Dengan sopan Shwan membungkuk dan undur diri dengan cepat. *** "Kita perlu pergi ke psikiater." Alecas mengawasi gerak-gerik LuXa yang sedang mandi, dia harus memastikan tubuhnya tidak perlakukan dengan senonoh oleh pria arogan itu. "Tidak!." "Kenapa tidak?, apa kau mau kita tetap seperti ini?." "Aku tidak ingin orang lain mengetahui hal ini" LuXa melenggang melewati Alecas dengan tubuh telanjangnya. “Jika ada yang tahu masalah ini, seseorang bisa menyerangku. Kau tahu kan maksudku?." "Apa?" Alecas mengikuti langkah LuXa. Perkataan Lucas sama sekali tidak di mengerti olehnya. "Jika musuhku menyerangku, itu artinya nyawamu juga yang jadi taruhannya." Alecas menegang, dia ingat. Sekarang nyawanya dalam tubuh Lucas, jika seseorang melukai tubuh Lucas, nyawa Alexa yang di pertaruhkan. Apalagi Alecas tidak mengetahui apa pun yang pria itu kerjakan dan seluk beluknya. Yang Alecas tahu, Lucas adalah anak dari William dengan sifat yang sangat buruk. "Dadamu bagus juga." LuXa memperhatikan payudaranya sebelum memakai bra. "Dasar mesum." "Tubuhmu sekarang milikku, jadi aku bebas melakukan apa pun." "Tidak boleh!." LuXa mengerutkan keningnya beberapa saat, dia bergerak membalikkan tubuhnya menghadap cermin besar untuk meneliti tubuh yang di isi jiwanya. Nafasnya LuXa terasa mengganjal di tenggorokan, melihat tubuh telanjang dan indah terpantul di cermin. Sepasang kaki jenjang yang indah menyusuri pinggul yang lebar dengan pinggang kecilnya dan perut rata sempurna, di tunjang sepasang p******a indah yang membusung bergerak berirama dengan nafasnya. Kesempurnaan tubuhnya di lengkapi dengan wajah cantik yang menggambarkan kepolosan tanpa setitik dosa pun. "Jangan menatap tubuhku seperti itu!." Alecas berteriak. Menarik tubuh mungil itu untuk mendekat. "Pejamkan matamu, aku yang akan memakaikan pakaian." LuXa tersenyum geli, dia memejamkan matanya, membiarkan Alecas memakaikan pakaian untuknya. "Jika tubuhku sudah kembali, aku tidak akan pernah mau melihatmu lagi." Gerutu Alecas terus terang. "Aku pun begitu. Aku tidak akan pernah mau bertemu dengan gadis cerewet sepertimu. Tapi, bagaimana cara mengembalikannya?." Alecas menarik ritsleting gaun di sepanjang pinggang sampai ke punggung LuXa, "Apakah kita harus berciuman?. " "Ciuman?" LuXa membalikkan tubuhnya secepatnya. Alecas menggaruk pipinya yang tidak gatal, matanya memicing di penuhi pemikiran. “Kalau di dongeng dan di film, seperti itu. misalnya pangeran kodok yang berubah wujud karena ciuman. “ “Kau benar, kita haru mencobanya." Nada suara LuXa bergetar karena ragu. Yang lebih membuatnya ragu adalah harus mencium dirinya sendiri, dan itu nampak menggelikan. Di raihnya tengkuk Alecas, dan langsung di ciumnya bibir itu tanpa ampun. Lucas mengerjap, menjauhkan kelapanya yang terasa sedikit pusing. Pandangannya berputar membuat tubuhnya terhuyung selangkah. Sementara itu, Alexa mengambil nafasnya dengan cepat, masih berpegangan pada bahu Lucas. Tubuh mereka kembali normal . . . . "Ya Tuhan." Alexa melompat senang bukan main, dia segera melepaskan tubuhnya dari pelukan Lucas. Gadis itu berputar melihat ke cermin, dia merasa hidup kembali setelah mendapatkan tubuhnya lagi. Melihat kesenangan Alexa yang cukup berisik dan berlebihan langsung menjadi pusat perhatian Lucas. Dengan tatapan merendahkan Lucas beredekap dan berkata. "Well.. sekarang aku mengusirmu." Alexa berhenti bergerak, dia berdecak pinggang, dan mengangkat dagunya menantang. "Dengan senang hati," jawabnya tanpa ragu. "Alexa" panggil Lucas sedikit melembut, Alexa kembali berbalik setelah melangkah sedikit jauh. Gadis itu menekuk bibirnya terlihat menggemaskan, dengan rambut panjangnya yang sedikit basah karena selesai mandi. "Apa?" jawabnya ketus. "Kau terlihat cantik bila aku lihat seperti ini." Alexa menaikkan satu alisnya, dia tidak terima mendapatkan pujian dari mulut pria arogan seperti Lucas. Meski dia tampan dan terlihat sempurna, Alexa sungguh mual melihatnya. PLAKK Tamparan keras mendarat di pipi Lucas. "Apa yang kau lakukan hah?" hardik Lucas dengan rahang mengetat menahan geraman dan emosinya. Kemarahan Lucas semakin membuat Alexa puas, dengan decihan jijik Alexa berkata. "Itu pantas untuk kau dapatkan." Alexa berlari secepat yang dia bisa, dia tahu Lucas pasti marah. Tujuannya sekarang hanya satu, keluar dari rumah pria itu dengan bangga.     To Be Continue...  
Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD