24

1165 Words

Tak terasa sudah empat hari Ethan berada di Korea, dan seluruh pekerjaannya selesai lebih cepat dari perkiraan. Seharusnya hari itu ia bisa langsung memesan tiket pulang dan memberi kejutan pada Kylla. Bahkan di dalam mobil, ia sempat tersenyum sendiri, membayangkan wajah istrinya saat melihatnya tiba-tiba muncul di depan pintu apartemen. Namun takdir kembali mempermainkannya. Saat ia keluar dari sebuah butik, langkahnya terhenti. Di seberang jalan, berdiri seorang wanita yang begitu dikenalnya. Rambut panjang itu, sorot mata sendu itu--tidak mungkin salah. “Naira…” gumam Ethan pelan. Wanita itu menoleh. Wajahnya seketika berubah tegang sebelum akhirnya menampilkan senyum kecil yang rapuh. “Ethan… ternyata benar kamu.” Keduanya akhirnya duduk di sebuah kafe kecil yang sepi. Hening me

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD