17

1391 Words

Ethan kembali ke hotel dengan langkah yang jauh lebih berat dibanding saat ia berangkat. Malam itu, kamar hotel terasa sempit dan pengap meski lampu-lampu kota Seoul masih berkilauan di balik jendela. Ia menjatuhkan tubuhnya ke sofa tanpa menyalakan lampu utama, membiarkan gelap menemani pikirannya yang kacau. Percakapan dengan Naira terus berulang di kepalanya. Kata-kata tentang satu tahun, tentang penebusan, tentang masa lalu yang belum benar-benar selesai. Ponselnya kembali bergetar beberapa kali--nama Kylla muncul, lalu menghilang. Ethan menutup mata, menekan pelipisnya kuat-kuat. Untuk pertama kalinya, ia merasa takut. Takut pada pikirannya sendiri. Malam itu ia tidak keluar kamar. Makan malam hotel terlewat begitu saja. Kopi dingin di meja tetap utuh hingga pagi. Ethan terjaga hamp

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD