47

1373 Words

"Apa kau serius?" Del masih berdiri di ambang pintu dengan mata membelalak. Padahal dia sudah berulang kali menanyakan hal yang sama. Dan jawaban Edgar masih sama. "Yap, serius." Edgar memanggul ranselnya di sebelah bahu. Del menghela napas. "Hei, aku memang menyukaimu karena keberanian dan ide-idemu. Tapi yang benar saja. Masa kau pergi sendirian menyeberang laut untuk ke Rhodonka?" "Aku ingin mengajakmu. Tapi kau punya tugas lain," kata Edgar sambil mengangkat bahu. "Aku bisa pergi bersamamu. Biar anak yang lain menggantikanku untuk memimpin ke Area Perawatan." "Kau tahu sendiri, Del, anak-anak itu belum berpengalaman berada di luar terowongan. Kau tidak boleh meninggalkan mereka." Edgar melangkah mendekati Del. Del kembali menghela napas. Ia tampak berusaha memikirkan cara terbai

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD