Edgar merasakan nyeri yang hebat ketika ia terbangun. Ia menyentuh kepalanya, mengusapnya. Ia mengerjapkan mata, memfokuskan pandangannya pada ruangan di sekitarnya. Untuk beberapa saat ia tidak dapat mengingat apa yang terjadi kepada dirinya. Ruangan itu asing. Seperti sebuah kamar tidur sederhana. Berikutnya ia teringat dengan perjalanan jauhnya yang membuatnya sampai ke kantor Frederic. Pria gila sialan itu melumpuhkannya dengan cara seperti seorang pecundangan. Sungguh sialan! Edgar bangkit duduk sambil mengusap belakang kepalanya yang nyeri. Ia tidak terkejut ketika menemukan perban melilit di kepalanya. Tentu pukulan itu akan menyebabkan luka. Orang seperti apa yang sedang ia hadapi ini? Bagaimana bisa dengan begitu mudahnya orang itu membuat seorang anak kecil terkapar? Jika b

