40

1553 Words

Edgar duduk bersandar pada kepala ranjang, memejamkan mata. Seiring langit menggelap, begitu pula kamarnya. Ia belum juga beranjak untuk menyalakan lampu meski kamarnya sudah gelap sempurna. Akhirnya setelah terlewat beberapa waktu di dalam kegelapan, ia membuka mata lalu bangkit berdiri, turun dari ranjang untuk menyalakan lampu. Ia berhenti sesaat di depan nakas dimana di atasnya terdapat kertas dan spidol. Ia pun mengambil spidol itu, lalu menoleh ke sekitarnya. Ia menghampiri salah satu sisi dinding yang polos. Ia mulai menuliskan sesuatu pada dinding dengan spidol itu. Ia menuliskan tiga area yang dihubungkan dengan garis. "Vanadis", "Siprus" dan "Rhodonka". Ia menambahkan "SQF" yang dihubungkan pada Vanadis. Pada Siprus, ia menambahkan isu "kerusakan lingkungan", "para mahasiswa",

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD