Langit biru dengan kelompok awan yang berbaris berjauh-jauhan. Sinar matahari jatuh menyilaukan namun Edgar memandangnya dari balik rimbunnya dedaunan pohon Calabura. Edgar menghela napas ke udara. Ia duduk sendirian di bangku halaman rumah sakit. Sudah sepekan ia hanya berada di sekitar rumah sakit dan tempat penginapannya di Vanadis. Ia bagaikan seseorang yang tersesat di sini. Ia tidak mengenali Vanadis. Ada hal yang berbeda antara Vanadis dan Chroma meskipun keduanya sama-sama merupakan kota besar yang ramai. Vanadis adalah kota industri. Ada banyak bangunan perusahaan industri di tempat ini. Ia bisa merasakan udara Vanadis tidak sesegar udara di Chroma. Asap polusi melayang tipis di area yang pekat dengan cerobong-cerobong industri. Tidak ada berita apa pun yang ia dapatkan selama s

