"Nith? Gimana keadaan mami?" tanya Jean yang datang dengan tergopoh-gopoh menghampiri Zenith. Wajah pria itu tampak dipenuhi oleh bulir-bulir keringat yang berjatuhan, mungkin saking cepatnya ia berlari dari parkiran karena mengkhawatirkan kondisi kesehatan maminya. "Mami udah baikan, udah dipindahin ke kamar rawat juga barusan sama dokter. Sekarang lagi tidur ditemani sama bibi di dalam," ucap Zenith dengan segaris senyum kecil yang mampu membuat Jean bernapas lega. Demi apa pun di dunia ini, Jean benar-benar menyayangi maminya lebih dari apa pun. Bagi Jean, maminya adalah segalanya di hidupnya, ia bekerja keras sampai saat ini pun hanya demi wanita yang melahirkannya itu. Mendengar kabar dari Zenith bahwa maminya sakit, rasanya nyawa Jean seperti dicabut hidup-hidup dari raganya. "

