Aku mengintip dari tangga lantai 2 kosanku dan melihat sosok Dimas sedang menunggu di gazebo dekat gerbang yang biasa digunakan tamu-tamu penghuni kosan ini ketika sedang menunggu. Chat dari Dimas datang setengah jam yang lalu untuk mengabarkan kalau ia berada di depan kosku. Tapi sepertinya malam ini suasana hatiku sedang tidak mood untuk bertemu dengan siapa-siapa, terlebih Dimas. Aku tahu dia kesini untuk apa, apa lagi kalau bukan untuk minta maaf atas sikap tidak menyenangkan yang ditunjukkan ibunya tadi. Ia berkali-kali mengirimkanku pesan soal itu. Tapi aku tidak membalas pesannya satu pun. Tidak lama kemudian satu chat dari Dimas kembali masuk. Dimas A. : Aku udah tahu dari ibu kos kalau kamu udah pulang dua jam yang lalu. Aku disini cuman mau pastiin kamu pulang dengan selamat. M

