Bab 22 - Honeymoon

2303 Words

Kami menuruni anak tangga menuju meja makan dengan jemari saling bertaut. Rasanya menyenangkan berbicara mengenai topik kecil dan rancu dengan Alfian seperti ini. Usapan-usapan kecil yang Alfian berikan di tanganku atau saat dia mengusap rambutku membuatku semakin terbiasa dengan kehadirannya. “Kalian sudah bangun?” Suara Mama yang terdengar dari arah meja makan membuyarkan pembicaraan kami sejak mencuci seprai tadi pagi. Aku tersenyum, menatap meja makan dengan Mama Ambar dan Papa Alex duduk manis di sana menatap ke arah kami. ‘Bianca mana, Ma?” “Gadis itu?” dengus Mama menatap ke arahku, “Jangan harap dia akan bangun pagi di week end seperti ini.” Aku terkekeh mendengar kekesalan yang mama perlihatkan. Membuatku menarik tangan Alfian agar berjalan lebih cepat menuju meja makan. Lalu

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD