Alfian mencengkeram setir mobilnya hingga buku-buku jemarinya memutih. Dia benar-benar frustrasi dengan segala situasi yang terjadi hari ini. Tadi akhirnya dia benar-benar melihat anak itu saat berjalan keluar dari rumah sakit dan tak sengaja lewat ke bangsal anak. Deeva, anak perempuan itu berlarian di lorong mengejar bola bersama dengan anak-anak yang lain. Jika saja dia tak mengenakan pakaian pasien dan juga mengenakan topi untuk menutupi rambutnya yang mungkin mulai rontok akibat dari kemoterapi yang dia lakukan. Dadanya serasa diremas. Baru satu tahun yang lalu, dia melihat gadis itu terlihat begitu ceria dengan pipi chubby dan senyuman yang menawan. Sekarang, pipi itu terlihat lebih tirus dengan rona memerah yang dulu terlihat menghiasi kedua pipinya kini menghilang bergantikan de

