“Are you sure you’ll be fine?” Pertanyaan yang Alfian lontarkan membuatku yang sedang mengatur napas melirik ke arahnya yang terlihat mengkhawatirkanku. Sepanjang perjalanan menuju rumah kedua orang tuanya, tangannya terus menggenggam tanganku yang terasa begitu dingin. Tindakan kecil itu membuat perasaanku jauh lebih baik. Namun saat melihat mobil Alfian mulai berada dalam kompleks perumahan mewah ini membuat rasa gugup itu kembali datang. Aku menarik napas dalam sebelum kemudian menggelengkan kepala, “I’ll be fine ... Aku cuma sedikit gugup.” “Mama orangnya baik.” “I know ... saat pertama kali bertemu dengan beliau, aku tahu bahwa beliau adalah orang yang baik. Melihat bagaimana tatapan yang kamu perlihatkan saat beliau di rumah sakit membuatku menyadari bahwa kau sangat menyayangi

