Bab 79 - Perhatian tak biasa (Alfian)

1243 Words

“Mas...” panggil Tari begitu dia selesai memasangkan dasinya. Dia bergegas membuka pintu dan melihat adiknya itu berdiri di depan pintu kamar. Pakaiannya sudah rapi. Kemeja basic yang dipadu dengan celana kain dengan model hingga ke bagian pinggang menutupi gips yang dia gunakan di kaki kanannya dengan sempurna. “What?” Alfian membuka pintu sebesar tubuhnya, agar Tari tidak dapat melihat ke dalam kamar. “Bisakah aku pergi sendirian?” tanya Tari frustrasi. Dia terus memohon kepada Masnya agar bisa pergi sendirian ke rumah sakit, namun Alfian selalu menolaknya dan memotong pembicaraan sebelum dia mengutarakan niat. “Big No. Mas anter, enggak ada pakai tapi.” Tari meringis tak dapat mengatakan apa pun hanya bisa menarik napas dalam dan berjalan terseok mengambil tasnya yang ada di ruang t

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD