Debaran jantungku menggila. Bukan, bukan karena sikap manis Alfian yang sedang merayu ataupun perlakuan pria itu. Melainkan karena seorang perempuan berjilbab dengan mata memicing memperhatikan kertas di tangannya. Matanya terlihat sangat fokus seolah menelaah kata demi kata yang telah kurangkai menjadi paragraf-paragraf berisi kata-kata penjabaran tentang analisa yang aku lakukan. Tanganku berpilin di atas paha. Menggigit ujung bibir begitu melihat Bu Dona, dosen pembimbing skripsiku itu membalik kertas itu. Napasku tercekat, saat melihat beliau menurunkan kacamata bacanya. Beruntung, ruangan dosen hanya ada aku dan Bu Dona, padahal biasanya ruangan ini penuh dengan dosen-dosen yang lain, sehingga begitu Bu Dona mencoret skripsku dan mengeluarkan amarahnya. Tak ada orang lain yang mende

