“Aku jemput kamu pulang?” tanya Alfian yang sedang menyetir mobil. Mobil yang dia kendarai mulai berjalan memasuki wilayah kampus tempatku menimba Ilmu. Cuaca hari ini yang cerah membuat pria itu memakai kacamata hitamnya untuk menghalau sinar matahari yang bersinar begitu terik. “Kamu bukannya rapat?” tanyaku menahan diri untuk tidak memeluk tubuh Alfian yang terlihat semakin keren dengan kacamata ray bay itu. Bisa tidak aku mengecilkan tubuh Alfian menggunakan alat-alat Doraemon sehingga menyimpannya sehingga tak ada orang lain yang melihat suami tampanku. Selain, sikapnya yang terkadang menyebalkan, dingin, bahkan bagaimana pendirian kuat yang seolah tak terpatahkan itu. Alfian adalah suami yang sempurna untukku. Dan rasanya, aku tak rela melihat orang lain menatap pria itu kagum dan

