“Berarti kamu harus memilih aku atau bayi itu.” Kata-kata itu terus terngiang di telingaku sehingga membuat tubuhku bergetar dengan hebat. Aku terisak. Air mataku jatuh. Rasa sakit memenuhi sekujur tubuhku layaknya orang yang disambar oleh petir. Tubuhku seperti hancur berkeping-keping begitu mendengar orang yang paling aku cintai mengucapkan kata yang paling menyakitkan itu. Bagaimana dia bisa memintaku untuk memilih dirinya atau janin yang mungkin aku kandung. Rasanya kini aku merasa duniaku dalam keadaan gelap gulita dan hampa tanpa ada udara yang membuat dadaku merasa sesak. Seluruh tubuhku terasa tak bertenaga, seolah jantung yang memompa darahku tak berfungsi dan akhirnya membuat tubuhku lumpuh. “Hiks... HIks ...” tangisanku akhirnya keluar memilukan. Rasa gelap yang kurasakan s

