"Ooo iya, akan saya siapkan untuk bertemu besok dan aku minta tolong kepada kau untuk tetap membantu aku saat ini kan emang semuanya bisa dilakukan satu sama lain di sisinya sama perjuangan akan terus menjadi baik sampai di darah titik penghabisan kita itulah perjuangan hidup."
Ucap Yonna kepada Sekretaris nya saat itu.
"Ya bu, terima kasih Kapan itu akan terus berjalan dengan lancar kalau begitu Ibu saya permisi keluar dulu ada yang harus saya siapkan untuk mendapatkan tugasnya sangat banyak sampai disini Harapan itu atau menjadi kenyataan bersama."
Ucap Sekretaris Yonna.
Yonna berusaha terdiam di dalam ruangan tersebut dan dia merasa kalau kehidupan nya menjadi tidak berarti saja dan tidak mau melakukan apa pun itu menjadi kenyataan yang ada.
Yonna hanya memikirkan Alden yang saat ini masih mau sendiri dan tidak mau di temui dan dia berharap kalau semua nya bisa di lakukan yang terbaik satu sama lain nya, di diri nya dulu telah meninggal kan Alden demi pria yang hanya menjadikan pernikahan yang tidak berkah di dalam hidup nya sendiri.
Sebalik nya Alden yang saat ini masih menahan perasaan untuk memikirkan Yonna yang saat ini masih bertahan demi mendapat kan terbaik pada diri nya dan Yonna.
Alden hanya ingin tidak mau melihat Yonna tersiksa dan berpisah dengan suami nya, di saat itu Alden merasa kalau diri nya makin berarti satu sama lain nya lagi. Diri nya menjadi sebuah kenyataan yang ada satu sama lain nya lagi.
“Memang kehidupan diri ini menjadikan sebuah kenyataan diri ini bersama diri nya menjalani nya satu sama lain, Aku berpikir bagaimana keadaan Yonna sata ini, dia pasti dalam kesengsaran diri nya melihat suami nya yang masih bermain di belakang nya, entah sampai kapan keributan itu berjalan.” Ucap Alden di dalam hati nya yang membayangkan wajah Yonna yang sedang bersedih.
Rutukan hati Alden yang terus menjadi saat itu masih bingung kenapa diri nya menjadi diri semakin mendalam saja, sampai dia tidak bisa melakukan yang terbaik satu sama lain nya, Memang perjuangan diri nya menjadikan pahlawan di hati Yonna sirna begitu saja.
“Arrgghh aku masih tidak mengerti apa yang harus terjadi saat ini semakin mendalam satu sama lain nya, aku masih berhar kalau Yonna akan bertahan pada diri nya menjadi sebuah kenyataan yang ada satu sama lain nya lagi.”
Yonna yang masih belum berani untuk menghubungi Alden berusaha tenang dan dia masih bingung menjadi kan sebuah kenyataan yang ada satu sama lain nya. Di dalam kehidupan yang ada, diri nya menjadi sebuah kenyataan yang ada.
Wanita itu memandangi ponsel nya yang di genggam, Yonna berharap kalau Alden akan menanyakan kabar nya dan dia tidak akan melakukan apa pun jika mereka berdua akan bertemu dengan segera di saat ini.
“Alden, kenapa kau begini? Padahal aku hanya butuh orang yang mau mendengarkan apa yang aku derita saat ini sampai juga di mana itu akan berjalan sampai kapan pun itu. Ayoo lah Alden kau harus mengerti apa yang aku harapkan itu bisa di jalan kan bersama satu sama lain nya lagi.” Ucap Yonna di dalam hati nya saat ini begitu sangat sedih entah apa yang terjadi satu sama lain nya diri ini semakin mendalam saja satu sama lain nya.