SIENA 22

1699 Words

Siena, Hidup emang penuh cobaan, tapi jangan coba-coba tentang kehidupan. _Siena_ Siena menatap langit-langit kamarnya sejak 2 jam lalu. Gadis itu masih merasa tidak percaya dengan kejadian tadi siang. Dia sebenarnya tidak bermaksud bilang Aksa selingkuhan Ria. Itu benar-benar mutlak karena mulutnya yang asal bicara. Lagi pula ada opsi lain, bisa saja Aksa dan Saka berebut Ria lalu Ria memilih Aksa, atau mungkin Ria memutuskan Saka karena menyukai Aksa. Ah, sial! Siena merasa bersalah sekarang. Meski sebenarnya dia juga puas membuat Ria menangis tadi. Siena merubah posisi tubuhnya menjadi menatap pintu kamar. Gadis itu jadi kepikiran tentang Saka. "Lo itu beda, Na. Jarang ngeluh dan suka dipendam. Lo justru milih lampiasin amarah lo dengan berantem. Lo kaya bukan cewek." "Gue

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD