Siena, Ada beberapa cara untuk balas dendam, tinggal lo pilih aja mau yang langsung atau perlahan, tapi mematikan? _Siena_ Saka menunggu Siena cukup lama untuk yang kedua kalinya. Kali ini dia sedikit kurang nyaman karena beberapa anak Remon ada yang menatapnya atau menegurnya langsung. "Lo kakaknya Aksa?" Tiba-tiba sosok laki-laki yang menggunakan slayer di lengannya, yang ia lihat tempo hari saat tawuran pun menyapanya. Laki-laki itu duduk di sebelah Saka sambil menyugar rambutnya. "Gue Kafka," katanya ramah sambil mengulurkan tangannya yang penuh dengan tato. Mungkin tato baru karena seingat Saka tangannya kemarin mulus tidak bernoda. Saka menyambut uluran tangan Kafka dengan ramah. "Saka." Kafka tersenyum simpul. Matanya kemudian menatap depan dengan tatapan menerawang.

