SIENA 24

1464 Words

Siena, Terlalu egois dan memikirkan perasaan sendiri itu tidak baik. _Siena_ "Kenapa baru pulang?" Saka langsung menodongnya dengan pertanyaan, padahal dirinya belum juga masuk ke apartemen. Satu kakinya saja masih berada di luar pintu apartemen. Siena menatap Saka sebentar sebelum memilih abai dan memilih menutup pintu. Setelah pintu tertutup, barulah Siena menatap Saka untuk menjawab pertanyaan laki-laki itu. "Abis dapet surat cinta." Siena menunjukkan amplop putih yang sedari tadi dia genggam kepada Saka. Saka merebutnya cepat, membuka amplop itu dengan tergesa-gesa. Mungkin berpikir bahwa itu surat cinta sungguhan. Tangannya meraih kertas yang terlipat di dalam amplop dengan begitu sembarangan. Namun, saat membuka kertas itu wajah Saka yang tadinya panik mendadak menjadi da

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD