Siena, Sama seperti kata mereka, semesta suka bercanda, mempermainkan perasaan sesuka hatinya. _Siena_ Ruang apartemen yang tadinya kisruh karena tingkah Siena seketika menjadi senyap. Mulut gadis itu menjadi lengket tidak dapat berkata-kata. Matanya mulai memanas, menangis setelah sekian lama. Astaga, delapan ratus juta! Rasanya tabungan Siena ikut menangis sekarang. Kalau dia harus menukar itu semua, dia mau makan apa? Bahkan setelah tidak bisa makan, dia juga harus melunasi sisa hutang tujuh ratus lima puluh juta. Sial sekali hidupnya! "Kenapa diem? Katanya mau tuker uang gue, mana?" tagih Saka dengan kekehan geli di akhir kalimatnya. Siena mengeluarkan kartu atm yang menjadi satu-satunya tabungan hidupnya. Dengan penuh rasa tidak ikhlas, Siena menyerahkan kartu itu pada Sak

