Zendra masih memeluknya dan menghela napas berkali-kali. "Apa ini ulah Anaya?" Ia sangat takut sekarang. Takut Tavienya akan pergi darinya sekarang juga karena berita itu. "Apa yang harus aku lakukan, Tavie? Apa yang harus kita lakukan?" lanjut Zendra. Tavie memilih untuk mengusap punggung pria itu, menenangkannya. Ini pertama kalinya Zendra bersikap seperti ini, biasanya Tavie yang akan rewel pada Zendra dan butuh ditenangkan, kini sebaliknya. Dan itu membuat Tavie benar-benar khawatir. Zendra tidak pernah sepanik ini sebelumnya. Berarti, apa yang ia pikirkan sekarang sungguh mengganggu. "Kita bisa tidak memedulikannya saja, Zendra. Let's pretend that everything's fine. Memang semuanya baik-baik saja. Itu hanya rumor sampah dari artikel yang bodoh." Tavie mencoba tersenyum walaupun sebe

