"Oma," ujar Zendra saat menemui Oma Alesya di halaman belakang rumahnya. Oma terlihat memegang cangkir yang mengepul dengan ponsel di tangannya yang lain. Oma menoleh padanya dan menepuk tempat di sampingnya—secara tidak langsung menyuruh Zendra untuk mendekat padanya. "Zendra, kemari." Alesya tersenyum lebar. Cucunya yang satu ini sangat jarang menemuinya, bisa dihitung jari kedatangan Zendra ke rumahnya, jadi Alesya senang bukan main saat tahu Zendra mengunjunginya. Tanpa aba-aba lagi, Zendra langsung memeluk Oma-nya dan terisak. Ia tidak akan pernah gengsi untuk melakukan apapun di depan Oma. Seakan tahu apa yang terjadi, Oma membalas pelukan Zendra dan menepuk-nepuk punggung pria itu pelan. Alesya tersenyum sendu. "Tidak apa-apa, Oma mengerti perasaan kamu. Tidak apa-apa... Itu buka

