Agacia mengamati setiap sudut ruangan jurnalistik yang membuatnya terpana pada pandangan pertama. Ada beberapa pot tanaman jade plant di dekat jendela, sebuah akuarium berisi dua ikan hias warna biru, dan meja bundar minimalis yang diletakkan di tengah-tengah ruangan. Agacia juga mencium aroma coffee dari air diffuser yang diletakkan di rak paling atas pada sudut ruangan. Tumpukan kertas-kertas berserakan di atas meja. Ada pula coretan-coretan di papan tulis meyakinkan Agacia bahwa pemuda di depannya memang memahami tentang kisah di balik pembunuhan Jas Hujan. Ia pun merasa heran, mengapa pemuda belasan tahun begitu tertarik dengan kasus tersebut? Ia masih berusaha memahaminya, meski cukup kesulitan menebak-nebak alurnya. “Aku mendengar suaramu dari megaphone saat menawarkan diri untuk n

