BAB 22: Hadiah Pembuka

1249 Words

Hari menyebalkannya datang juga. Ia akhirnya masuk kerja, setelah mendapatkan cuti untuk pemulihan kondisinya. Ia sempat dicek oleh tim kesehatan mental di kantornya, untuk memastikan kesiapannya berangkat bekerja. Mungkin, awalnya ia merasa terbebani dan takut untuk menginjakkan kakinya di gedung ini, tetapi setelah meyakinkan dirinya semalaman, ini adalah momentum yang tepat untuk mengusir ratu dari bidak caturnya. Agacia memakai kembali heels-nya dan berjalan masuk dengan percaya diri di ruangan Tim Elite, ruangan barunya. Ia bertatapan dengan Liona yang duduk di meja center, karena wanita itu adalah leader-nya. Wanita berparas cantik bak dewi Yunani itu tersenyum ke arahnya dan menyambutnya dengan tatapan merendahkan seperti biasa. Pakaiannya yang sedikit terbuka seakan-akan memberika

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD