Aku berdiri dan terdiam selama sekian detik. Melihat Beni yang masih terbaring dan tidak bergerak dari posisinya membuatku panik. Kepalaku terasa kosong, aku bahkan tidak tahu harus melakukan apa saat melihat Beni terbaring di lantai tepat di hadapanku. Aku begitu membenci Beni, tapi jika dia tiba-tiba jatuh tak sadarkan diri seperti ini, tidak mungkin aku mengabaikannya, kan? "Ben!" Panggilku dengan suara pelan karena masih tidak yakin jika dia benar-benar pingsan. Apa dia sedang mengerjaiku dengan berpura-pura pingsan? "Ben!" panggilku lagi kali ini dengan suara lebih keras. Aku menghampiri dan menyentuh lengannya perlahan. Tak ada pergerakan apapun. Aku mengguncang lengannya lebih keras. Ternyata Beni benar-benar tidak sadarkan diri. "Bimo...!" jeritku panik memanggil nama Bimo, sed

