Hanya Vio yang bisa membuatku terperangkap dalam situasi aneh ini. Berada di rumah kontrakan Beni dengan kondisi Vio sedang tertidur pulas. Seperti ada kekesalan yang tidak bisa aku ungkapkan. Vio kelelahan setelah bermain bersama Beni. Padahal Beni baru saja sembuh, tapi dia terlihat bersemangat saat meladeni Vio yang terus mengajaknya bermain. Awalnya aku hanya berniat mengantar Beni pulang ke rumah kontrakannya dan segera kembali ke bakery. Lagi pula Vio juga belum berganti seragam setelah pulang dari sekolah. Dan seperti biasa rengekan Vio membuat Beni semakin gigih merayuku untuk membiarkan Vio bermain dengannya. Beni memang mau mengerti dan tidak memaksa Vio untuk menginap bersamanya malam ini. Tapi itu pun setelah melewati perdebatan panjang antara aku, Beni, dan Vio. Tentu saja

