39. Pahit

1653 Words

Aku sengaja tidak kembali ke bakery setelah meninggalkan rumah kontrakan Beni. Pikiranku kacau dan sulit rasanya untuk berkonsentrasi dengan keadaan seperti ini. Vio sudah kuantar pulang ke rumah karena sepertinya dia tidak bisa menahan kantuknya lagi. Ucapan Beni tadi benar-benar mempengaruhi perasaanku saat ini. Aku tidak suka melihatnya berbicara dengan raut wajah memelas dan minta dikasihani seperti itu. Dengan dia yang seperti itu malah membuatku merasa ngeri. Mobilku berputar tanpa arah, menyusuri jalan yang mulai sepi. Perasaan kesal kembali datang setiap aku memikirkan ulah Beni. Aku mendesah kesal, penawarannya untuk memperbaiki kesalahannya terdengar tidak masuk akal. Kesalahan apa yang ingin diperbaikinya jika semuanya sudah rusak dan tidak bisa kembali seperti semula. Dan ten

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD