Hening selama beberapa detik. Aku masih menunggu jawaban Nino akan pertanyaanku. Setelah lama menunggu dan masih juga tidak ada tanggapan darinya, aku menoleh dan menatap wajahnya. Apa pertanyaanku terkesan terlalu pribadi hingga dia tidak mau memberikan jawabannya? Atau mungkin dia merasa tersinggung dengan pertanyaanku? Harusnya aku tidak bertanya hal yang sangat sensitif bagiku itu. Salahku sendiri yang tidak bisa menahan rasa ingin tahuku. Semakin banyak aku tahu, maka akan semakin besar luka itu kembali terasa. Nino pasti besar kepala karena menganggap aku masih mengingat masa lalu kami. "Karin?" tanyanya dengan wajah bingung. Lama menunggu jawaban darinya, yang diucapkannya malah membuatku juga kebingungan. Wajahnya sama dengan wajah Jo saat aku menanyakan di mana mamanya. Rasanya

