Aku menekan-nekan keningku yang terasa nyeri. Bukan hanya pusing, tapi aku juga merasa sangat kesal. Beni kembali mengacaukan hariku, bahkan di saat matahari baru saja menunjukkan sinarnya. Gara-gara janjinya yang akan mengantar Vio ke sekolah, seluruh isi bakery dibuat pusing oleh ulah Vio. Dia mondar mandir dari depan bakery hingga ke belakang hanya karen merasa tidak sabar menunggu kedatangan papanya. Dan tentu saja apa yang dilakukannya itu sangat menganggu. Aku jadi tidak bisa mengerjakan apa pun karena kerewelan Vio. Vio menolak ke sekolah sebelum papanya datang. Bahkan sampai jam menunjukkan hampir jam setengah delapan pagi, Beni belum menampakkan sosoknya. Beni bukan saja membuat Vio kesal, dia juga membuat semua orang di bakery ikutan kesal karena kerewelan Vio. Aku memberikan p

