17. Sangat Berbahaya

1574 Words

Bukankah tadi Beni sudah pamit pulang padaku? Apa dia mendadak berubah pikiran dan kemudian memutuskan menungguku di area parkir? Tapi buat apa? Apa dia memang sengaja menunggu dan berharap aku mau mengiyakan ajakan makan malamnya seperti yang tadi dikatakannya padaku. Mau apa pun caranya, aku tetap tidak berkenan. Sejenak Nino melirik ke arahku, seperti ingin memastikan jika yang ada di hadapannya adalah mobilku. Nino pasti bingung kenapa ada seorang lelaki sedang bersandar di mobilku. Apalagi Beni terlihat sangat aneh, dia menatap Nino dengan tajam dan tanpa berkedip. Padahal seharusnya Ninolah yang menatapnya seperti itu. Beni refleks mendekat saat melihat kedatangan kami. Tanpa berbicara satu kata pun, dia menghampiri Nino dan mengambil Vio dari gendongannya. Aku menatap keduanya de

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD