Aku menutup pintu bakery dan menguncinya dengan cepat. Tanpa menoleh lagi, setengah berlari aku menuju ruang istirahat. Kenapa kali ini aku seolah-olah kabur dari Nino? Ini salah! Pasti ada yang salah. Kenapa debar jantungku semakin kencang? Padahal hanya karena berbicara dengan Nino dalam waktu sekejap. Semenjak tahu sampai sekarang Nino belum menikah dan tidak menikahi Karin, entah kenapa setiap berada di dekatnya, ada debar aneh yang tidak bisa kujelaskan. Aku takut berpikir terlalu jauh, takut jika ternyata aku masih berharap. Harapan yang sebenarnya sudah tidak boleh aku bayangkan sekali pun. Memang aku yang salah dengan berpikir terlalu jauh. Siapa tahu Nino hanya kasihan padaku, tanpa ada maksud apa pun. Kenapa malah aku yang bersikap aneh seperti ini? Harusnya aku bisa lebih ten

