KOL belum juga tiba. Setengah jam kemudian Iif menunggu, belum ada kendaraan yang tiba juga. Ia mulai bosan menunggu sendirian di tengah terminal yang lengang. Pemikirannya pun mulai lengang dari gerutuan akibat sikap Indra tadi malam. Entah bagaimana, kini ia jadi memikirkan bagaimana Indra yang biasa memulai hari bersamanya. Disiapkan kopi, disiapkan sarapan, bahkan disiapkan sepatu dan baju, jadi menyiapkan semuanya sendiri. Bagaimana Indra akan melalui itu semua? Ditambah lagi, dengan Lina. Dia harus membangunkan Lina, memandikan Lina, menyuapi Lina---dan menitipkan Lina(?) Memikirkannya, Iif melamunkan kemungkinan terburuk dari semua itu. Namun, dengan cepat, pandangannya yang terarah pada pintu masuk terminal yang mulai ramai dilalui kendaraan umum membuat niatnya membulat. Ii

