*** “Mengajak menyempurnakan agama kok seperti mengajak liburan? Santai sekali.” *** “IIF, If, bangun.” Suara itu terdengar menenangkan, begitu dalam, dan menyiratkan satu rasa menyejukkan ke dalam benak siapa pun yang mendengarnya. Siapakah pemiliknya? Yang jelas bukan suara Ahmad atau Dodi karena panggilan itu tak menyertakan embel-embel ‘Teteh’. Suara Mas Ahsan? Atau A Asep? Tidak mungkin A Umam. Seumur hidupnya, A Umam hanya membangunkannya di masa kecilnya. Lantas, milik siapa suara itu? Kantuk masih menguasai setengah kesadarannya. Iif masih enggan membuka mata karena merasa tubuhnya perlu lebih banyak istirahat setelah kegiatan sabtu yang panjang kemarin. Di hari kedua datang bulan, ia harus pula memimpin kegiatan pramuka. Siangnya, kegiatan teater menyusul mewarnai ha

