21 MURAM TEMARAM

2126 Words

*** “Bagaimana kalau Marwan mengancam ingin membunuhku, Mi? Hmm? Haruskah aku masih bangga dapat tempat di nasional? Aku belum siap kehilangan kalian. Aku gak mau.” ***   AKHIRNYA mereka membeli sepasang alat salat dan kalung sebagai mas kawin. Karena jalan dengan orang yang tidak suka berbasa-basi, saat ashar Iif sudah dalam perjalanan pulang. Satu hal yang membaik usai obrolan sebelum toko emas itu: Indra banyak bercerita tentang keluarganya, terdengar lebih terbuka. Kemudian, ia juga jujur tentang tempat bertanyanya mengenai diri Iif, yakni Umam. Gadis itu terima-terima saja, tanpa masalah. Yah, Iif hanya bisa berharap kalau itu merupakan satu tanda yang bagus. Di masa datang, semoga Indra akan lebih terlatih memanusiakan wanita. Meski terkenal dengan label “primadona”-nya ali

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD