*** “Bicara yang betul, Indra! Cari istri gak semudah cari buku di Kwitang!” *** ACARA ulang tahun itu usai pada jam lima sore. Dan, seperti sudah tahu keperluannya kemari, Indra masih asyik mengobrol dengan Faris, Lina, Lia, atau saudara Iif yang lain. Persis di akhir acara Imam, Indra terlihat berkenalan dan mengobrol dengan Aini. Satu pertanyaan bernada penasaran menyusup begitu saja ke dalam benaknya. Mengapa Indra seperti tidak menunjukan keramahan yang sama kepadanya saat mereka berkenalan satu jam lalu? Indra tak suka dijodohkan dengannya? Kalau begitu, kenapa tidak langsung menolak saja dan tak usah datang kemari? Siapa juga yang mau dijodohkan dengan lelaki macam dia? Wajah Iif tertekuk memikirkan itu semua. Meskipun demikian, ia juga menyangsikan kalau itulah yang ben

