*** “Mi, umi dengar sendiri, kan, gimana Indra? Dia itu terlalu baik buatku. Kasihan dia dapat istri yang kayak gini.” *** PERGULATAN batin itu tidak dibiarkan berlarut-larut. Segera setelah Indra, Faris, dan Lina pulang, Iif menghampiri Aini di kamar Lia. Aini tengah mengobrol dengan bunda Imam yang sedang menyusui adik Imam. Namanya Maudya. Dengan deheman, Iif menginterupsi obrolan mereka. “Teh Lia, pinjam dulu Uminya, ya?” “Oh, iya.” Lia mengangguk, mempersilakan saja. Kemudian, ia mengabaikan ibu dan anak itu keluar kamar karena lanjut memeriksa Maudya, sudah kenyang atau belum. Di luar kamar, Iif memulai intervensinya kepada sang umi dengan, “Kita mau pulang jam berapa, Mi?” “Menginap sajalah di sini,” jawab Aini langsung, “besok kan hari santai. Kegiatanmu di sekolah

