*** “Aku cuma gak bisa terima, ada orang yang pergi dan kembali dengan seenaknya ke hidupku.” *** BAGAI petir di siang bolong, tak lama usai sang nyonya besar berhaji, kabar duka kembali menyapa keluarganya setelah dua tahun pasca kepergian Mak Atih, Ibunda Aini---nenek Iif. Tepat pagi tadi, Izrail menghampiri Mak Niyah. Hidup perempuan tua renta itu terhenti di umurnya yang ke 73 tahun. Setelah menerima kabar itu dari si anak bungsu, Adi, Aini memboyong keluarganya ke Bojong Nangka untuk berbela sungkawa sekaligus membantu prosesi pemakaman dan tahlilan nanti malam. Langka, rasanya baru pertama kali dalam sejarah hidup umat manusia, ada yang menghabiskan tahun baru dengan berduka. Ya, itulah alam. Itulah takdir. Itulah aturan semesta. Tak peduli kapan, jika masa hidup sud

