*** "Coba setiap hari kamu semanis barusan...." *** Meski malam minggu ini berjalan sesuai kehendaknya, Iif tidak serta merta bahagia. Meringkuk di sisi Indra, beralaskan sofa, ia enggan membuka kata. Kehangatan Indra dalam mode ini sangat terasa, Iif tidak ingin momennya pergi begitu saja. "Coba setiap hari kamu semanis barusan...." "Terus saja membanding-bandingkan." Indra mendengkus. "Bandingkan saya dengan Darwis sekalian." Nah, kan---sudah berapa kali Iif membunyikan Nah kan di kepalanya menanggapi nada berucap Indra yang justru lebih hangat ketika didengar, dibanding saat sembari melihat wajahnya. Intonasi barusan menyiratkan cemburu, cemburu adalah tanda perhatian. Indra memperhatikannya. Iif terkekeh, atau tepatnya kelepasan terkekeh. "Kalau dari kadar perhatian dan uca

