Lorong Waktu

1802 Words

Pola melingkar itu semakin lama semakin rapuh saja. Anggun dan Eda telah saling berpelukan dan Ryan berada di depan mereka. Detik demi detik yang terasa sangat lama untuk dilewati. Sinar bulan yang semakin redup, dan mayat hidup yang jaraknya semakin dekat dengan ketiganya. Salma terbang dari atas untuk melihat lebih dekat apa yang terjadi, kemudian … Tanah yang retak pola melingkar itu jatuh dan tiga orang tersebut jatuh terperosok sangat dalam. Arwah gadis tak berdosa itu menyusul mereka. “Aduh!” ucap Anggun dan Eda bersamaan. b****g mereka menghantam tanah yang terasa sangat keras. “Wait, ini di mana lagi?” tanya Eda seperti tak asing dengan suasana yang ia lewati sekarang. Seperti dejavu di dalam terowongan Spanyol. “Kita jatuh dari atas. Terus belum tahu ini di mana.” Ryan mengh

Free reading for new users
Scan code to download app
Facebookexpand_more
  • author-avatar
    Writer
  • chap_listContents
  • likeADD